Pamerin bukan Pameran : Halloween Theme

Warning : Tulisan ini buat 17 tahun ke atas. Serbarupa tidak bertanggung jawab akan reaksi dan aksi-aksi yang dilakukan pembaca.  

Halloween bagi kita di @serbarupa adalah celah jadi "momen magis itu" dimana, sekali dalam setahun, semua orang minim ide & bakat bisa menunjukan semua kekurangan mereka dengan cara nan teatrikal, dan itu 100% sah. Karena ketika Halloween, semua manusia berhak mendemonstrasikan selera humor menyedihkan serta tendensi narsis akut untuk jadi pusat atensi mereka tanpa dihakimi siapa-siapa.

Karena itu, guna turut menyemarakan "hari bersejarah ini" @serbarupa akan mengadakan acara “Pamerin bukan Pameran” bertema segala representasi kreatif (dalam artian sangat longgar) dari semua yg bersangkutan dengan ikon-ikon sakral malam SamHain atau kita lebih kenal dengan Halloween.

 

NAH!! Berhubung emang kita sebenernya gak punya budaya Halloween, dan emang gak butuh, kecuali emang buat bikin-bikin acara bodoh kayak "Pamerin bukan Pameran" ini. dan juga karena bodoh sendirian tuh lebih menyedihan dari takdir rambut kepala Nicki Minaj, maka kami mengundang kalian semua –manusia-manusia dengan banyak waktu luang & sedikit kehidupan sosial- untuk ikut berpartisipasi dengan cara mengirimkan submisi hasil tingkah polah “kreatif” kalian untuk nantinya ikut di-display dalam satu ruang lingkup yg sama bareng karya-karya ajaib orang-orang tidak wajar lainnya. Anggap saja semacam rangking high-score dingdong Pac-Man, tapi dengan lebih banyak kelelawar & wanita bertopi aneh yg punya kesalahpahaman menggelikan dari fungsi sebuah sapu.

Buat ikutan "Pamerin bukan Pameran" caranya gampang :

Buatlah sesuatu.

Penggunaan medium dibebaskan kepada pilihan & kemampuan personal para partisipan. Kalian dipersilakan untuk menggunakan berbagai bentuk alat tulis: pensil, bolpen, tinta, spidol, cat air, krayon (jika umurmu 5 taun), ataupun keju parut (jika kamu asshole). Bentuk akhir pun dibebaskan tanpa batasan dimensi. Bisa lukisan, kolase, poster, hand-lettering, batik, puisi, kaos, karya cukil, keramik, patung, multi-media, animasi, ketikan, bentuk vandalisme terhadap properti kalian sendiri, ataupun versi lebih desperate dari quote karya Hand Lettering kamu yg hanya dapat dua likes di Instagram. Kita benar-benar tidak memiliki agenda untuk membatasi daya kreatifitas kalian.

Biar semangat nih kita kasih contoh karya-karya majestic seperti:

1. MERETAS LAMPU SATU GEDUNG UNTUK MEMAINKAN TETRIS

Saat ini, nerd-culture sedang berada pada puncak tingkat ke-mainstream-annya nan tertinggi. Maka, sejumlah mahasiswa MIT, diduga karena merasa bahwa menjadi segerombol mahasiswa MIT aja tuh masih kurang cukup nerdy, memutuskan untuk meretas sistem lampu sebuah gedung menjadi layar monitor untuk memainkan Tetris. Sebuah prestasi yg mengagumkan, mengingat 95% orang jaman sekarang bahkan tidak sudi memberi 200 KB memori komputernya buat main Tetris di desktop mereka.

Masyarakat umum menyebutnya “The Statue of Virginity”

Namun, dibalik semua ilusi grandeur-nya, Tetris raksasa kita ini punya gameplay terburuk dalam sejarah video-game sejak terakhir kali ada makhluk malang yg memainkan Minesweeper pakai mouse rusak. Para progamernya seperti sengaja memberi pemain bentuk blok terburuk pada setiap situasi, dan siapapun yg menjatuhkannya punya skill organisasi dalam level sebuah kuburan massal di Somalia. Game ini akhirnya menjadi simbol kefrustasian setinggi 21 lantai, nyaris sama tidak bergunanya dengan ereksi massif seorang Titan kesepian di negeri Smurf. Toh tetap, secara artistik, ini merupakan pencapaian yg harus diancungi jempol, bahkan meski pada akhirnya, orang-orang yg cukup cerdas untuk merubah sebuah gedung jadi Tetris ternyata tidak mampu membersihkan satu baris pun.

Semetara Charlie Sheen kecewa karena masuk ke setiap ruangan di situ & tidak menemukan satu strip-club pun

 

Tapi tentunya, karya semacam itu memerlukan pengetahuan mumpuni pada bidang perlistrikan & teknologi. Bagaimana dengan orang-orang yg pengetahuan ilmiahnya terbatas pada “siang terang, malam gelap” saja?

Gimana apakah skalanya terlalu besar?? Lagian tempat kita kekecilan buat jenis karya beginian, tapi, tapi, tapi kalian kan masih bisa… 

2. MEMBUAT KOMPOSISI KOMPLEKS DENGAN HANYA MENGGUNAKAN GARAM  

Jikalau kalian berpikir bahwa kesabaran hanya berguna bagi Padwan muda & orang-orang yg menunggu selesainya KTP elektrik, mungkin sudah waktunya persepsi kalian dirubah. Karena seorang seniman Jepang; Motoi Yamamoto, menggabungkan kesabaran, visi artistik, serta garam untuk membuat komposisi-komposisi lantai yg lebih estetis & kompleks dari garis kapur polisi di TKP pembunuhan.

Serta menyerupai bencana landskap buatan seorang anak 3 tahun jika ditinggalkan di dapur

Ya, apa yg kalian lihat diatas adalah garam dapur biasa. Dibentuk secara teliti & hati-hati oleh dua tangan manusia yg –kita asumsikan- tidak mengenal kuas, spray-paint, video-game, gadget, internet, ataupun bentuk hiburan modern apapun. Karena mustahil seseorang akan menghabiskan sedemikian banyak waktu untuk menuangkan garam ke lantai ruangan mengikuti sebuah struktur rancangan kompleks spesifik tertentu jika ia tahu ia bisa menghabiskannya buat menonton video-video orang bodoh tersungkur di YouTube.     

Atau mungkin sebenarnya dia punya cara paling flamboyan untuk memotong kokain

Di samping secara rutin membuat minder Sidharta Gautama dengan kesabaran dewatanya, Yamamoto juga mengisi waktu luangnya dengan kegiatan lebih punk rock, yaitu meludahi wajah hukum-hukum fisika dengan membangun patung 3D dari butiran-butiran debu yg sama dengan yg nyaris mustahil kita sapu secara menyeluruh ketika itu tumpah di lantai dapur. Mungkin perlu diketahui bahwa semua garam tersebut tidak saling menempel satu sama lain menggunakan zat perekat apapun, Yamamoto sepenuhnya menciptakan kreasi-kreasinya hanya dengan menumpahkan garam dari botol, seinci demi seinci, dengan tingkat kepresisian hidung kita saat mengenali bau ayam KFC dari jarak 400 meter. Hingga akhirnya menjadi arena gameshow kematian ala film-film sci-fi bagi para siput.

Karya pertama....

Karya kedua itu diciptakan dengan mulut Yamamoto ketika ia tidak sengaja bersin di depan karya yg pertama

“Tapi”, teriak kalian, “itu semua terlalu megah & besar. Terakhir saya berkesenian adalah ketika memotong gambar mantan dari foto polaroid pakai cutter. Saya butuh sesuatu berskala lebih kecil”.

Baiklah jika begitu, mungkin kalian bisa…

3. MEMAHAT DI BAGIAN DEPAN PENSIL

Umumnya, kita menggunakan pensil sebagai medium awal untuk membuat karya seni. Entah itu sketsa lukisan, draft puisi, atau gambar kelamin pria di buku diary adik perempuan kita. Itu dikarenakan tak satupun diantara kita adalah Dalton M. Ghetti, seseorang yg membuat pensil menjadi karya seni dengan cara merubah ujungnya jadi sesuatu yg nampak seperti hasil karya seekor semut titisan Leonardo DaVinci.

Untuk membuat sisir yg khusus dibuat berdasarkan spesifikasi kuantitas rambut Bruce Willis

Untuk membuat sisir yg khusus dibuat berdasarkan spesifikasi kuantitas rambut Bruce Willis

Praktis semua karya Ghetti tuh seperti itu, pahatan miniatur replika benda-benda fungsional yg kehilangan fungsinya karena kita semua bukan Plankton di SpongeBob SquarePants. Ghetti juga selalu mengisi pahatannya dengan detail-detail menakjubkan, cenderung sinting malah, mengingat mayoritas penikmat seni tidak dikenal memiliki kebiasaan untuk membeli mikroskop ataupun teropong bintang.

 

Dibutuhkan Teleskop Hubble untuk memastikan apakah ini sebetulnya  replika kepala Elvis, Tim Dog, atau Duke Nukem

Harap diingat bahwa Ghetti tidak memanfaatkan bantuan bentuk teknologi mutakhir seperti komputer, laser, ataupun karier Iggy Azalea. Semua kreasinya murni dibuat dengan tangan lewat penguasaan mumpuni dari instrumen-instrumen operasi bedah mini seperti silet, jarum jahit & kaca pembesar, yg membuat dia terdengar sebagai super-villain yg sempurna bagi sekuel Ant-Man. 

Ini adalah tortured-porn bagi kaum En

Toh, harus diakui bahwa ini adalah contoh yg sedikit terlalu ekstrim. Mungkin “skala kecil” yg dimaksud kalian tadi ada pada konteks “sesuatu yg lebih masuk akal”, “ada dalam genggaman tangan”, serta “tidak membutuhkan fitur zoom-in kamera DSLR”.

Sesuatu seperti…

4. MENGUKIR DI ATAS DAUN

Menciptakan bentuk estetis di atas medium-medium solid seperti kayu, atau kertas, atau daleman tetangga semuanya membutuhkan keterampilan, tapi jika kalian merasa itu terlalu mudah & menginginkan tantangan ekstra, maka kalian bisa mengikuti jejak Lorenzo Duran & berusaha membentuk komposisidi atas medium ringkih yg bisa sewaktu-waktu hancur di tengah-tengah proses pengerjaan. 

Karya ini memiliki tingkat kerentanan hancur yg sama tingginya dengan hubungan asmara Taylor Swift

Ok, beginilah proses penciptaan ilmu hitam di atas berdasarkan penuturan Duran sendiri: Pertama, dia harus mengumpulkan dedaunan, diasumsikan dengan alasan dia harus memberi makan seorang vegan. Lalu, itu akan dicuci, dikeringkan, lalu di-press melalui teluh abad pertengahan yg tak bisa dijelaskan ilmu pengetahuan modern agar menjadi sesuatu yg bukan daun. Apa persisnya? Kertas toilet? CD Pitbull? Kita tidak akan pernah tau. Lanjut, dia membuat rancangan di kertas, lalu meletakan kertas tersebut di atas daun, kemudian merapal mantra guna memanggil Cthulu untuk memindahkan desain tersebut dengan sihir gelapnya.

Atau dia bisa saja mengukirnya dengan silet, itu sepertinya lebih masuk akal.

Ngga, pasti sihir gelap Cthulu

Tapi, apa kalian bisa membayangkan itu? Mengukir setiap detail dari gambar seperti itu menggunakan silet? Dengan setiap gerakan tangan memiliki potensi merusak ala Michael Bay tiap menyentuh franchise yg dicintai semua orang ? Untunglah semua kekuatan di alam ini membimbing Duran untuk menemukan daun & kesenian, sebab jika ia mendalami gergaji mesin, dia bakal jalan-jalan dengan wajah potongan mayat orang ditempel ke mukanya.

Meskipun naluri sadistiknya masih kadang-kadang suka muncul ke permukaan

Tentunya, kita dapat mendengar protes kalian, “ini bullshit, semua contoh-contoh itu terlalu fantastis, kenapa tidak memberi opsi nan lebih sesuai dengan kapasitas orang kebanyakan?”

Ok, jika semua gagal, dan mulai desperate, maka kalian selalu bisa…

5. MENGGAMBAR STIK DINGDONG RAKSASA DI TEMPAT UMUM (EKSEKUSI IDE INI DI LUAR TANGGUNG JAWAB SERBARUPA, INI CUMA CONTOH. JANGAN LITERAL BANGET  ATUH )

Graffiti merupakan bentuk ekspresi diri paling aksesibel di muka bumi. Apapun yg kalian coret di tempat umum yg tidak dibuat untuk dicoret, mulai dari inisial hingga nomor mantan di tembok WC, secara teknis terhitung sebagai graffiti. Karena kelonggaran definisinya, ada lebih banyak graffiti di bumi ini daripada jumlah pria-pria putus asa cari perhatian di tab mention akun Twitter Nabila JKT48. Jadi, agar graffiti kalian bisa menonjol, kalian harus menekuni skill-skill dashyat tertentu selama sekian tahun, atau, lakukan apa yg dikerjakan oleh sekelompok orang di Rusia pada tahun 2010 berikut ini; menggambar stik dingdong raksasa pada jembatan gantung di tengah-tengah kota St. Petersburg.

Itu keliatan persis seperti self-portrait Kanye West

Seperti dapat dilihat, karya ini tidak memiliki pencapaian estetis apapun. Pada dasarnya, grup militan Rusia kita ini tidak membuat replika kelamin pria lebih baik dari yg biasa kita lihat di boks telepon umum pada pertengahan 90-an. Namun, siapa yg bisa menyangkal bahwa melihat ikon penis setinggi 68 meter berdiri tegak menantang langit merupakan sebuah pemandangan nan fantastis? Karya ini adalah contoh sempurna dari bagaimana keterbatasan bisa dikalahkan dengan rencana matang & determinasi. Lihat gambar itu seperti apa, jika kalian lumuri roda motor pembalap liar Monumen Perjuangan Jawa Barat dengan cat putih lalu suruh dia berputar satu lap, itu akan menghasilkan bentuk yg persis sama. Tapi, hanya sekumpulan orang Rusia ini yg bisa membuatnya pada jembatan gantung di St. Petersburg.   

Sebelum Putin membersihkannya dengan cara menabraknya dengan bis yg penuh berisi bom

Nah, alasan apalagi yg kalian punya buat tidak ikut berpatisipasi?

Jika semua eksplanasi di atas tadi masih belum membantu kalian untuk mendapatkan wahyu yg dibutuhkan untuk membuat sesuatu, dpersilahkan untuk datang & berbincang dengan kita di Serbarupa, BSD. Sepanjang bulan Oktober ini kita akan berada di sana tiap hari Kamis (tanggal 6, 13, & 20 Oktober) mulai jam 15.00 hingga jam 17.00 untuk menerima kunjungan iseng, konsultasi, bincang-bincang ringan, juga bingkisan martabak manis keju susu (kalo mau kasih bonus minuman dingin itu 100% opsional).

Tentunya, ada juga batasan-batasan yang berlaku. Karena kita di sini semua adalah manusia beradab yang menghargai manusia lain dengan selayaknya, semua karya tidak diperbolehkan untuk menyentuh isu SARA. Juga ada level-level kebodohan yang sedemikian keterlaluan, itu dijamin tidak akan lolos dari proses seleksi. Untuk dijelaskan secara sederhana, kami menolak keras semua bentuk karya yang mengandung:

-        Idiotisme ekstrim

-        Ketidaksensitifan kultural

-        Porno menyedihkan

Kami mengerti bahwa itu adalah terminologi-terminologi yg luas & subjektif, maka kami akan memberikan sedikit contoh-contoh konkrit dari apa yg sebaiknya tidak kalian buat, karena, serius, kalian jelas bisa menghasilkan sesuatu yg lebih dari ini.

 IDIOTISME EKSTRIM

Contoh Kasus:

Kita tidak punya masalah dengan jika seseorang ingin nampak seperti idiot. Namun, kita juga tidak mendukung aksi-aksi keidiotan yg membuat semua orang lain di sekitarnya jadi ikut merasa seperti idiot.

Melihat gambar di atas, hingga detik ini kami belum bisa memastikan apakah itu merupakan iklan produk kostum Halloween asli atau rencana jahat seorang forografer untuk membalaskan dendam kesumat pada model baju yg meniduri istrinya.

Apa yg kita lihat itu hanya bisa menarik minat bagi suicide-bomber mabuk & anggota KKK yg hanya secara eksklusif berhubungan dengan domba, sebuah diagram Venn dengan irisan paling tidak bermanfaat bagi masyarakat. Bahkan ular plastiknya pun nampak malu, yg sebenarnya ajaib karena ular tidak bisa menekan alt + tab waktu ketahuan browsing bokep & plastik adalah bahan yg menutupi 90% tubuh Kim Kardashian, jadi mereka seharusnya memiliki toleransi rasa malu yg sangat –sangat- tinggi.

KETIDAKSENSITIFAN KULTURAL

Contoh Kasus:

Jika seseorang berencana untuk mengekspresikan semua yg salah dengan isi kepala serta selera humornya, membuat sesuatu seperti ini akan menghantam lebih banyak jackpot daripada Ronda Rousey berusaha nonjok Lindsay Lohan abis doi narik 25 shot Tequila di bar.

Bahkan andaikata kita hidup dalam sebuah dunia utopis dimana hal-hal seperti rasisme, kekerasan domestik, pembersihan etnik, ataupun diskrimasi itu tidak eksis, kepala siapapun pencipta kostum di atas akan membantu menciptakan minimal dua diantaranya. Menurut riset, orang yg secara sadar memakaikan benda itu ke anaknya ada dalam demografik yg sama dengan suami yg secara sadar membuat bekas memar di wajah istrinya.

Terakhir kalinya seorang anak memilik figur ayah nan sedemikian buruk adalah sperma Adolf Hitler. Foto di atas itu sedemikian fucked-up, para porn-star spesialis anal gang-bang menggunakannya untuk mempelajari bagaimana persisnya sistem syaraf perasa lobang pantat bekerja.

PORNO MENYEDIHKAN

Contoh Kasus:

Ok, jujur. Kita semua suka porno. Itu adalah tempat pertama kita mulai memperhatikan anatomi tubuh manusia secara seksama. Meskipun begitu, kita tetap memiliki anugerah manusiawi yg disebut sebagai “selera”, & walau selera kita memang tidak cukup tinggi untuk bisa melihat sisi erotis dari wanita-wanita bugil di film-film Lars Von Trier, itu juga tidak serendah siapapun yg bertanggung jawab pada terciptanya apapun itu yg ada pada gambar di atas.

Sengaja mengikatkan blow-up doll ke selangkangan di muka publik merupakan apa yg dikenal komunitas pemerhati penis sebagai “pengumuman pensiun”. Pertama, pria sebodoh apa yg berusaha menunjukan kejantanannya dengan cara –secara harafiah- memblokir itu dari kemungkinan interaksi manusiawi apapun? Kedua, hal seperti ini hanya bisa tercipta dari kepala orang-orang yg menganggap bahwa memasukan kemaluan mereka ke kondom itu jauh lebih memuaskan daripada aksi berhubungan intim nan sesungguhnya.

Confusionis percaya bahwa jika sebuah kantung plastik membunuh seorang bayi, ia akan direinkarnasi sebagai bagian bawah dari benda gila tersebut. 

Jadi jangan submit yang model-model beginian ya.

Baiklah kembali ke :

Jika sudah membuat sesuatu yg sesuai dengan garis-garis besar petunjuk di atas, silahkan submit foto/scan karya kamu melalui email ke :  info@serbarupa.com 

Pengiriman Karya sudah bisa dimulai pada hari Sabtu, 1 oktober 2016 besok, dan akan tetap menerima semua bentuk foto/scan karya hingga maksimal hari Rabu, 25 oktober 2016 pukul 24.00 (sekitar satu bulan dari sekarang).

Karya yang terkumpul nantinya akan DIKURASI tim Serbarupa (karena kita disini cukup serius untuk acara ini & bukan sekedar penulis artikel komedi di internet) serta di kabarkan via akun medsos kita mulai tanggal 26 oktober - 27 oktober. Team kurasi Serbarupa memiliki hak mutlak untuk menolak karya yang dianggap tidak layak/etis dan keputusan tidak dapat dinganggu gugat. Bagi mereka yg tidak terpilih tidak perlu merasa kecil hati, karena karya kalian akan tetap didokumentasikan untuk dipampang di website Serbarupa, kita memang belum mendapatkan hits sebesar YouPorn, tapi lumayan lah.

Sementara itu, mereka yang terpilih akan kami kontak dan diminta datang men-display karya mulai tanggal 28 Oktober atau 29 Oktober 2016. (Bila dari luar kota maka kami akan meminta karya terpilih dikirim tanggal 26 okt 2016 untuk kami display)

Acara "Pamerin Bukan Pameran" sendiri akan berlangsung mulai dari tanggal 30 Oktober sampai 31 Oktober 2016 di @serbarupa BSD. Dimana kamu bisa liat karya-karya terpilih (Siapa tau karya kamu ikutan disini) dengan tema Halloween.

Mari bergabung & berbagi keceriaan bersama-sama!! Halloween-nya emang gak terlalu penting. Berkarya ama kumpul-kumpulnya yang penting.